Cara Berwudhu | Doa, Latin, Artian, Beserta Penjelasan Lengkap

Cara berwudhu-Merupakan salah satu rukun islam yang wajib dilakukan oleh ummat muslim adalah sholat. Sholat lima waktu dalam sehari merupakan penentu dalam semua amalan. Dan merupakan salah satu syarat sahnya adalah dengan berwudhu.

Tidak akan diterima sholat seorang hamba jika tidak diawali dengan bersuci atau berwudhu. Mengenai pembahasan wudhu saya akan menuliskan masalah tersebut diartikel ini.

Pastikan sebelum anda berwudhu harus mengetahui akan cara berwudhu dengan benar dan sesuai syariah.

Karena sampai sekarang banyak saya temui orang-orang yang berwudhu hanya sebagai syarat saja. Tidak memperhatikan bagian mana yang harus dibasuh dan terkena air suci.

Berwudhu hanya dengan asl-asalan bisa menyebabkan datangnya kemurkaan dari Allah Ta’ala. Bahkan ancaman bagi orang yang berwudhu namun ada sebagian anggota tubuh belum terkena air adalah Wa’iill.

Seperti yang pernah disabdakan oleh Rosullullah Shollallahu A’laihi wa Sallam :

“Wailun lil a’qoobi minannaar asbighuul wudhuuua”

Artinya :

“Neraka wail bagi pemilik tumit-tumit yang tidak terkena air wudhu, sempernakanlah wudhu kalian”. Hadist Riwayat Muslim

Ngeri juga ya ancamannya?!

Oleh karenanya mari kita sama-sama selalu menjaga dan menyempurnakan wudhu. Jangan sampai ada anggota tubuh yang seharusnya terkena air namun tidak terkena.

Apalagi kalau kita melakukanya dengan sengaja yaitu cuman asal wudhu aja dan tergea-gesa. Maka bisa jadi malah terkena ancaman dari Allah tersebut.

Adapaun bagian mana aja sih yang harus terkena air wudhu?

Jangan kemana-mana karena penjelasannnya akan saya tulis setelah ini.

 

Pengertian Berwudhu

cara berwudhu

Wudhu dalam segi bahasa arab mempunyai arti bersih.

Sedangkan menurut istilah syar’i wudhu adalah mensucikan diri dengan air suci dari hadast kecil niatan dan tata cara tertentu. Wudhu merupakan salah satu syarat sah sholat wajib maupun sunnah.

Adapun cara wudhu yang diajarkan oleh nabi Muhammad sebagai berikut :

Cara Berwudhu Sesuai Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu A’laihi wa Sallam

cara berwudhu

  1. Niat
  2. Membaca basmallah
  3. Membasuh ke dua telapak tangan
  4. Berkumur-kumur
  5. Memasukkan air dalam hidung lalu mengeluarkannya
  6. Membasuh wajah
  7. Membasuh ke dua tangan
  8. Mengusap ramput dan kedua cuping telinga
  9. Membasuh kedua kaki
  10. Membaca doa wudhu
  11. Tertib dan urut

Cara Berwudhu Pertama Adalah Niat

cara berwudhu

Dalam melakukan semua amalan baik harus diawali dengan niat untuk Allah Ta’ala.

Jadi diawali dengan niat bukan hanya dalam berwudhu saja .

Para jumhur ulama bersepakat bahwa niat itu cukup dalam hati dan tidak perlu dilafadzkan. Namun jika ada saudara-saudara yang melafadzkan dalam niatnya maka itu adalah perbedaan yang harus dihormati.

Adapun niat yang dilafadzkan dalam berwudhu adalah sebagai berikut :

“Nawaitu wudhuua lirof’l hadastil asghor lillallahi Ta’ala”

Artinya :

“Aku berniat untuk berwudhu menghilangkan hadast kecil hanya karena Allah Ta’ala”

Membaca Basmallah

cara berwudhu

Kemudian cara berwudhu setelahnya adalah membaca lafadz basmallah.

“Bismillahirrohman ar rohiim”

Artinya :

“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang”

Dalil ini berdasarkan dalam sebuah hadist sabda Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam 

لاَ وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ

“Tidak ada wudhu (wudhunya tidak sempurna) bagi orang yang tidak mengawalinya dengan bacaan lafadz bismillah.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, dan díshahíhkan Ahmad Syakír)

Dari sabda nabi Muhammad tersebut menjelaskan betapa sempurnanya wudhu seseorang kalau diawali dengan basmallah terlebih dahulu. Walaupun tidak membaca basmallah bukan berarti wudhunya tidak sah.

Hukum dalam mengawali dengan basmallah adalah sunnah.

Dan wudhu jadi lebih sempurna kalau diawali dengan basmallah.

Membasuh Ke dua Telapak Tangan

Setelah baca basmallah lalu caranya berikutnya adalah membasuh kedua telapak tangan. Bukan hanya membasuh saja, namun juga ikut dengan menyela-nyelai jari jemari.

Begitu pula membasuh ke dua telapak tangan dimulai dari yang sebelah kanan terlebih dahulu. Setiap tangan dibasuh sebanyak tiga kali.

Cara Berwudhu : Berkumur-Kumur

Langkah berikutnya adalah berkumur-kumur.

Mengambil air dengan ke dua telapak tangan lalu memasukkan dan memutar-mutarnya kedalam mulut. Setelah itu membuang air tersebut dari dalam mulut.

Berkumur-kumur dilakukakan sebanyak tiga kali.

Baca Juga : Malam Lailatul Qodar dan Keutamaanya

Sunnah Istinsyaq dan istinsar

cara berwudhu

Ketika mengambil air untuk dimasukkan dalam mulut dibarengi memasukkanya kedalam dua lubang hidung.

Memasukkan air kedalam hidung maka dinamakan istinsyaq, sedangkan mengeluarkan air dari dalam hidung maka dinamakan istinsar.

Ketika dalam sedang berpuasa maka berhati-hati dalam berinstisyaq.

Dalam memasukkan air dalam hidup, kita jangan memasukkannya dengan terlalu sangat, karena dikhwatirkan masuk kedalam perut.
Seperti yang pernah disebutkan dalam sebuah hadist Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam bersabda:

وَبَالِغْ فِى الاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ صَائِمًا

“Bersungguh-sungguhlah kamu (lakukanlah dengan kuat) ketíka memasukkan air kedalam hidung kecualí jíka engkau sedang berpuasa.” (HR. Ahmad, Hakím, Baíhaqí, dan dísahíhkan Ibnu Hajar).

Membasuh Wajah

Setelah berkumur-kumur, istinsyaq dan istinsar adalah membasuh wajah sebanyak tiga kali basuhan.

Adapun bagian wajah mana yang harus dibasuh?

Jawabanaya adalah semua wajah harus dibasuh mulai dari tempat tumbuhnya rambut yang ada dikepala hingga dagu tempat tumbuhnya jenggot. Pastikan air wudhu membasahi semua kulit wajah kita. Jika pada wajah ada rambut yang agak tebal maka dengan menyela-nyelainys.

Dan bagi kaum muslimin yang mempunyai jenggot panjang hendaknya juga disela-selai. Karena ini merupakan perbuatan yang pernah dicontohkan oleh baginda nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam.

 

Cara Berwudhu : Membasuh Kedua Tangan

Setelah membasuh wajah dan menyela-nyelai jenggot, cara berikutnya adalah membasuh kedua tangan. Membasuh ke dua tangan dengan diawali dari sebelah kanan terlebih dahulu. Karena nabi Shallallahu A’laihi wa Sallam sangat menganjurkan da mencintai dari sebelah kanan untuk hal-hal yang baik.

Adapun batas minimal untuk membasuh ke dua tangan adalah sampai siku-siku. Tiga kali membasuh tangan kanan sampai siku lalu baru pindah ke tangan kiri.

Dalil membasuh ke dua tangan sampai siku-siku berdasarkan fírman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ

“Dan (basuhlah) tanganmu sampaí ke síku.” (QS. Al-Maídah: 6)

Dimulai dari ujung jemari sampai siku atau sikut.

Mengusap Kepala, Rambut, dan Ke dua Cuping Telinga

Kemudian setelah membasuh ke dua tangan adalah mengusap kepala dan telinga sebanyak satu kali aja.

Mengusap kepala dan rambut yaitu menaruh ke dua telapak tangan dari awal rambut lalu didorong sampai ke tungkuk atau leher. Setelah itu ditarik lagi hingga awal kepala kemudian menggunkan sisa air tersebut untuk mengusap telinga.

Caranya adalah memasukkan ke dua telunjuk ke dalam telinga lalu menaruhkan ibu jari dibelakang cuping telinga. Kemudian menarik dari belakang menuju depan.

Membasuh Kedua Kaki

Habis mengusap kepala dan telinga, selanjutnya adalah membasuh kedua kaki.

Cara membasuh kedua kaki sama seperti halnya dengan kedua tangan. Yaitu dimulai dari sebelah kanan terlebih dahulu sebanyak tiga kali.

Adapun batas minimal membasuh kedua kaki adalah sampai kedua mata kaki.

Hal ini disebutkan dalam al-quran berdasarkan fírman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Dan (basuh) kedua kaki kalian sampaí kedua mata kakí…” (QS. Al-Maídah: 6)

Mata kakí adalah tulang yang menonjol dí bagían bawah betís.

Kedua mata kakí wajíb díbasuh bersamaan dengan membasuh kakí.

  • Orang yang tangan atau kakínya terputus, maka dia hanya díiperinah membasuh bagían anggota badan yang tersisa saja, yang masíh wajíb díbasuh. Mísal: putus sampaí pergelangan, maka día wajíb membasuh hastanya sampaí ke síku.
  • Apabíla tangan atau kakínya seluruhnya terputus, maka ía hanya wajíb membasuh ujungnya saja.

Cara Wudhu : Membaca Doa

Setelah selesei berwudhu dari niat, berkumur-kumur sampai membasuh kedua kaki, langkah selanjutnya adalah doa.

Berdoa setelah berwudhu seperti yang diajarkan oleh Rosulullah Shallallahu A’laihi wa Sallam pada kita.

Adapun doanya sebagai berikut :

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ ،

وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِين

“Asyhadu allaa ilaaha illalaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan a’bduhuu wa rosuuluh. Allahumma ij’alni minattawwaabiina wa ij’alnii minal mutatohhiriin”

Artinya :

“Aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan yang berhak disembah melainkan hanya Allah yang Esa tidak ada sekutu atau bandingan untuk-Nya, dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad hamba dan utusan-Nya. Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku tergolong orang-orang yang mensucikan diri.” (HR. Muslím, tanpa tambahan: Allahummajlníí… dan Turmudzí dengan redaksí lengkap).

wudhu Secara Tertíb, dan Urut

Dalam melakukan cara wudhu yang benar dilakukan secara urut dan tertib. Begitu pula tidak boleh menunda-nundanya. Misalnya : sudah berkumur-kumur namun tidak segera melanjutkan dengan membasuh wajah hingga bekas air sebelumnya mengering.

Atau sudah membasuh wajah sebanyak tiga kali, namun setelah itu dia langsung membasuh kaki kemudian kedua tangan. Hal tersebut tidak boleh dilakukan karena cara berwudhu harus dilakukan secara tertib.

Mengeríngkan Dengan Handuk

Díbolehkan mengeríngkan anggota-anggota wudhu (dengan handuk dan yang lainnya) setelah wudhunya selesaí.

Sunah-sunah Tata Cara Berwudhu

  1. Menggunakan siwak
  2. Istinsyaq dan istinsar
  3. Membasuh sebanyak tiga kali
  4. Dimulai dari sebelah kanan
  5. Menyela-nyelai jenggot
  6. Mengusap rambut kepala dan kedua cuping telinga
  7. Tidak berlebihan sampai lebih dari tiga kali

Bersiwak terlebih dahulu

cara berwudhu

Sebelum berwudhu disunnahkan untuk bersiwak terlebih dahulu, berdasarkan sabda Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam:

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لاَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاك

“Seandainya aku tidak khawatir memperberat kepada ummatku (Muhammad), sungguh aku perintahkan mereka untuk menggunakan siwak”. Hadist Riwayat Imam Bukhori

Membasuh kedua tangan dan kaki sebanyak tiga kali

Cara berwudhu yang dicontokan oleh Nabi Muhammad adalah membasuh tangan dan kaki sebanyak tiga kali.

 

Istinsyak Bersungguh-sungguh

Menmasukkan air kedalam lubang hidung dan dilakukan dengan sangat ini merupakan sunnah. Namun jika dalam keadaan berpuasa maka jangan sampai bersungguh-sungguh karena khawatir air tersebut masuk kedalam perut.

Menyela-nyelai jenggot

Seperti yang sudah saya terangkan diatas, merupakan cara berwudhu sunnah yaitu menyelai jenggot bagi yang punya.

Selai Jari-jemari

Tatkala membasuh kedua tangan dan kedua kaki maka disunnahkan untuk menyela-nyelainya, berdasrkan sabda Nabí shallallahu ‘alaíhí wa sallam:

وخَلَّلْ بَيْنَ الأَصَابع

“Dan sela-selailah oleh kalian akan jari-jemari” (HR. Abu Daud, Nasa’í, dan dísahíhkan Al-Albaní).

Mendahulukan yang sebelah kanan

Merupakan suatu yang sangat dianjurkan dan dicontohkan oleh nabi yaitu mendahulukan sesuatu yang baik itu dengan kanan terlebih dahulu.

 

Tidak Berlebihan

Rosulullah Shallallahu A’laihi wa Sallam sangat melarang untuk berlebihan dalam berwudhu. Sebagaimana yang pernah beliau sabdakan :

فَمَنْ زَادَ عَلَى هَذَا فَقَدْ أَسَاءَ وَتَعَدَّى وَظَلَمَ

“Barangsíapa menambah (lebíh darí tíga kalí), maka ía telah berbuat buruk dan zalím.” (HR. Nasa’í, Ahmad, dan dísahíhkan Syua’íb Al-Arnauth)

Demikian cara berwudhu yang benar dan tepat. Semoga dengan adanya tulisan ini, tidak ada salah lagi dalam berwudhu. Dan semoga artikel ini dapat diambil ilmunya dan bermanfaat untuk yang lain.

Wallahu A’lam Bishowaab

Wassalamualaikum Warohmatullah Wabarokaatuh

 

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: