Puasa Sunnah Beserta Keutamaanya Lengkap

Puasa Sunnah-Kembali lagi dengan website saya di bangkitmimpi.com. Kali ini saya akan menulis artikel dengan tema macam-macam puasa sunnah dan keutamaaanya.

Merupakan salah satu kewajiban ummat muslim yang terdapat dalam rukun islam adalah puasa. Yaitu terdapat dalam rukun islam yang berurutan nomer ke tiga.

Puasa yang wajib dilakukan di bulan suci ramadhon, setiap satu tahun sekali.

Bulan ramdhan merupakan bulan yang dinanti-nantikan oleh ummat muslim. Karena didalamnya banyak amalan yang berlipat ganda dan penuh barokah.

Ketika datang bulan romadhon kita diwajibkan puasa, maka tentu selain bulan suci kita bisa melakukan puasa juga. Yaitu puasa yang bersifat sunnah dan banyak keutaman padanya.

Pengertian Puasa Sunnah

Pengertian Puasa
cdn.hellosehat.com

Dalam hal pengertian sebenarnya antara puasa sunnah dan wajib tidak begitu beda jauh. Bahkan biasa dibilang hampir sama, cuman yang membedakan antara ke duanya adalah karena waktu dan perintah.

Puasa di bulan suci itu wajib karena perintah langsung dari Allah dan Rosul-Nya dan dilakukan satu bulan penuh. Contoh puasa wajib lainya adalah karena nadzar seseorang.

Seseorang berjanji dan bernadzar kalau keinginanya terpenuhi maka akan puasa. Dengan nadzar tadi menjadi wajib baginya untuk berpuasa.

Puasa sendiri berasal dari kata bahasa arab yaitu As-shoum .

Sedangkan sunnah atau sering disebut tathowwu’ adalah tambahan.

Puasa : menahan diri dari makan, mimum dan hawa nafsu (omong kotor,dll) dari sejak munculnya fajar shodiq hingga tenggelamnya matahari.

Maka devinisi puasa sunnah adalah puasa yang dilakukan dalam rangka beribadah kepada Allah yang bersifat tidak wajib. Jika diamalkan maka kita akan mendapat pahala yang lebih, dan jika tidak diamalkan tidak terbebani dengan dosa.

walaupun sunnah, puasa ini mengandung banyak keutamaan yang perlu kita ketahui.

Puasa sunnah juga merupakan sebagai penambal, perbaikan dari puasa wajib di bulan romadhon.

Dengan melakukan puasa sunnah atau semua ibadah yang bersifat sunnah maka akan menjadi taqorrub atau mendekatkan diri pada Allah Ta’ala. Seperti yang disabdakan oleh baginda Rosulullah Shollallahu A’laihi Wasallam :

“Dan tidak henti-hentinya (senantiasa) seorang hamba mendekatkan diri kepada Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku menjadi cinta padanya”

Dari hadist diatas menunjukan kedekatan seorang hamba kepada Allah membuat Allah ridho dan cinta. Sehingga ketika Allah sudah mencintai seorang hamba maka tidak ada halangan lagi untuk masuk kedalam jannah- Nya.

Dengan puasa sunnah akan menjauhkan dari kemaksiatan dan mendekatkan diri pada sang pencipta.

Berikut sedikit penjelasan manfaat dan fadhillah dari puasa sunnah.

Macam-macam Puasa Sunnah

 

Puasa Sunnah
prelo-wordpress.s3.amazonaws.com

Amalan sunnah itu banyak macamnya, Khususnya dalam pembahasan ini adalah puasa.

Sunnah sendiri ada yang muqoyyad yaitu terkait, maksudnya sudah ada penamaanya dari Rosul. Dan ada pula yang mutlaq atau secara umum.

Puasa muqoyyad itu seperi puasa sunnah yaumul bidh, puasa sunnah arofah, dsb.

Sedangkan puasa sunnah muthlaq itu tidak ada penamaanya dan tidak disebabkan oleh hal tertentu. Misalnya saja kita berniat besok hari selasa akan berpuasa.

Tidak karena yaumul bidh, atau sebab lainya, yang penting niat puasa sunnah. Maka seperti ini hukumnya boleh-boleh saja. Dan semua akan diganjar oleh Allah Ta’ala.

Semakin banyak amalan atau puasa sunnah yang kita lakukan maka akan menjadi perbaikan dari amalan wajib yang kita masih kurang.

Macam-macam puasa sunnah muqoyyad yang disunnahkan kepada kita semua adalah :

 

Puasa Sunnah Arofah

Puasa Sunnah Arofah
amicaletravel.com

Puasa sunnah arofah ini dilaksankan ketika di bulan haji. Yaitu dilaksanakan tatkala memasuki hari ke sembilan dari bulan Dzulhijjah.

Puasa sunnah arofah dikerjakan bagi orang-orang yang tidak mengikuti ibadah haji.

Sedangkan bagi yang melaksankan ibadah haji tidak melakukan puasa sunnah ini. Tujuanya adalah agar mereka jamaah haji bisa melakukan ibadah dengan semaksimal mungkin.

Akan tetapi jika dirasa mampu dan kuat untuk melakukan puasa maka tak mengapa bagi mereka yang berhaji untuk melaksankanya.

Rasulullah Shollallahu A’laihi Wassalam pernah bersabda dalam sebuah hadist :

Artinya : “Tidak ada amalan-amalan sholeh yang dilakukan pada hari hai lain yang lebih disukai dari pada hari-hari ini yaitu sepuluh hari pertama di bulan dzulhijjah”. Hadist Riwayat Imam Bukhori.

Begitu pula didalam kitab fiqih  Taudhihul Ahkam, As-Syaikh Abdullah Al-Bassam berkata :

“Puasa di hari arofah merupakan puasa sunnah yang paling afdhol (utama) berdasarkan ijma’ para ulama'”.

Maka sungguh menguntungkan sekali bagi orang yang menjalankan sunnah puasa arofah tersebut.

 

Keutamaan Atau Fadhillah Dari Puasa Arofah

Setiap amalan sunnah yang dikerjakan pasti ada keutamaan tersendiri. Begitu pula dengan puasa arofah yang memiliki keutamaan diantaranya :

  • Puasa sunnah arofah dapat menggugurkan dosa-dosa yang telah kita lakukan selama dua tahun. Yaitu satu tahun dosa-dosa yang lalu dan satu tahun lagi dosa-dosa yang akan datang. Seperti yang pernah disabdakan oleh baginda nabi besar kita Rasulullah Shollallahu A’laihi Wassalam :

“Rasulullah Shollallahu A’laihi Wassalam pernah ditanya mengenai puasa sunnah arofah, maka beliau pun menjawab : “Puasa sunnah arofah itu mengugurkan dosa (dosa kecil) setaun yang telah lewat dan setaun yang akan mendatang”. Hadist Riwayat Imam Muslim.

  • Dapat menjauhkan kita dari siksaan api neraka. Seperti yang dikatakan oleh para ulama’ besar. Meraka mengatakan bahwa Allah Ta’ala akan memberikan perlindungan dari adzab api neraka di hari arofah. Berlaku bukan hanya untuk jama’ah haji yang wukuf saja, tetapi secara umum juga bagi para muslimin yang tidak berhaji.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan, Rasulullah Shollallahu A’laihi Wassalam pernah bersabda :

 

Artinya : “Diantara hari yang Allah banyak menyelamtkan seseorang dari api neraka adalah hari arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menempatkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berkalam: Apa yang diinginkan oleh mereka?”. (Hadist Riwayat Imam Muslim).

 

  • Termasuk hari mustajab dikabulkanya do’a para hamba. Ini merupakan kesempatan untuk memperbanyak do’a dan berdzikir. Seperti yang pernah disabdkakan oleh Rasulullah Shollallahu A’laihi Wassalam dalam sebuah hadist :

Artinya : ““Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari arafah, dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir (Tidak ilah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nyalah segala kekuasaan dan segala pujian, Allah Maha Menguasai segala sesuatu).” (Hadist Riwayat Imam Tirmidzi, Hasan)

Puasa Sunnah  Sepuluh Hari Pertama Di Bulan Dzulhijjah

 

Pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan dan memperbanyak amalan. Seperti berdzikir, istighfar, berdo’a, bersedekah, dan yang paling ditekankan dan paling utama adalah menjalankan puasa.

Melakukan puasa pada sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah sama saja dengan kita berpuasa selama setahun penuh. Keutamaan lainnya yaitu kita juga seperti mengerjakan sholat setiap malam yang sebanding dengan sholat malam pada malam Lailatul Qodar.

Rasullullah Shollallahu Alaihi Wassalam bersabda, yang artinya adalah sebagai berikut :

“Tiada sebarang hari pun yang lebih disukai Allah dimana seorang hamba beribadah di dalam hari-hari itu daripada ibadah yang dilakukan di dalam 10 hari Dzulhijjah. Puasa sehari di dalam hari itu menyamai puasa setahun dan qiyamullail (menghidupkan malam) di dalam hari itu seumpama qiyamullail setahun.”

Dalam Hadis yang diriwayatkan oleh Hunaidah bin Khalid, dari istrinya, dari beberapa istri Nabi SAW :

Sesungguhnya Rasulullah SAW melakukan puasa Sembilan hari di awal bulan Dzulhijjah, di hari Asyura dan tiga hari di setiap bulan yaitu hari Senin yang pertama dan dua hari Kamis yang berikutnya.” (HR. Imam Ahmad dan An-Nasa’i)

Keutamaan puasa Sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah

  1. Diampuni semua dosa-dosanya oleh Allah SWT.
  2. Diibaratkan seperti orang yang sedang beribadah dan berpuasa selama satu tahun penuh tanpa melakukan perbuatan maksiat.
  3. Do’a-do’anya akan dikabulkan oleh Allah SWT.
  4. Semua kesusahan, kemelaratan dan kefakirannya akan dihilangkan oleh Allah SWT dan pada hari Kiamat, mereka akan dikumpulkan bersama orang-orang yang baik, mulia dan terhormat.
  5. Dapat terhindar dari sifat munafik dan siksa kubur.
  6. Mendapatkan rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT dan dibebaskan dari azab.
  7. Akan terhindar dari 30 pintu kemelaratan dan kesukaran serta membuka 30 pintu kemudahan dan kesenangan.
  8. Mendapatkan pahala yang tidak terhingga jumlahnya.
  9. Akan diampuni dosa-dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

 

Puasa sunnah Tasu’a

Puasa Sunnah Tasu'a
4.bp.blogspot.com

Puasa Tasu’a merupakan ibadah Sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram. Puasa ini dilakukan untuk mengiringi puasa yang akan dilakukan keesokan harinya, yaitu pada tanggal  10 Muharram. Hal ini dilakukan karena pada tanggal 10 Muharram orang-orang Yahudi juga melakukan puasa.

Jadi melaksanakan puasa pada tanggal 9 Muharram bertujuan untuk mengiringi puasa keesokan harinya yang akan membedakan dengan puasa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa saat Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam sedang melaksanakan puasa Asyura. Dan beliau memerintahkan para sahabat untuk melakukan puasa pada hari itu juga.

Pada saat itu ada beberapa sahabat yang berkata :

Wahai Rasulullah, sesungguhnya tanggal 10 Muharram itu, hari yang digunakan dan diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani.” Lalu Rasulullah menjawab “Jika datang tahun depan, InsyaAllah kita akan puasa tanggal 9 (Muharram)”.”Ibnu Abbas melanjutkan, “Namun belum sampai menjumpai Muharram tahun depan, Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam sudah wafat.” (HR. Muslim 19160)

Puasa Asyura (10 Muharram)

 

Puasa ini merupakan ibadah Sunnah yang dilakukan pada keesokan harinya setelah melakukan puasa sunnah Tasu’a. Imam As-Syafii dan pengikut madzhabnya, Imam Ahmad, Ishaq bin Rahuyah, dan ulama lainnya mengatakan bahwa dianjurkan menjalankan puasa di hari kesembilan dan kesepuluh bulan Muharram secara berurutan.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassalam bersabda yang artinya :

Seutama-uatama puasa setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu, ialah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)

Dari Abu Qatadah Al Anshari Radhiallahu Anhu ia berkata :

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari ‘Asyura, beliau menjawab: “ia akan menghapus dosa-dosa sepanjang tahun yang telah berlalu.”(HR. Muslim no. 1162)

Dari penjelasan diatas, sudah jelas bahwa puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram merupakan puasa sunnah yang terbaik dan terutama setelah menjalankan ibadah puasa ramadhan. Dab keutamaannya adalah Allah akan mengampuni seluruh dosa yang diperbuatnya setahun yang lalu.

Namun, yang dimaksud dengan semua dosa disini ialah dosa-dosa yang kecil, sedangkan dosa yang besar tidak akan diampuni oleh Allah kecuali dengan taubat dan rahmat dari Allah.

Puasa sunnah syawal

 

Puasa syawal dilakukan ketika bulan Syawal dan dikerjakan selama enam hari. Puasa ini merupakan sunnah Nabi. Adapun pelaksanaannya dapat dilakukan kapanpun selama itu masih memasuki bulan Syawal.

Puasa syawal memiliki keutamaan yang telah disebutkan di dalam hadis Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam yang artinya :

“Siapa saja yang berpuasa Ramadhan. Kemudian diikuti puasa enam hari bulan Syawal, maka itulah puasa satu tahun.” (HR. Ahmad dan Muslim).

Puasa sunnah Senin dan Kamis

 

Puasa Senin dan Kamis merupakan ibadah sunnah yang paling sering dikerjakan oleh Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu pernah berkata :

Bahwasannya Rasulullah SAW adalah orang yang paling banyak berpuasa pada hari Senin dan Kamis.” Dan ketika Rasulullah ditanya alasannya beliau bersabda “Sesungguhnya segala amal perbuatan dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka Allah akan mengampuni dosa setiap orang muslim atau setiap orang mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan . “Maka Allah pun berfirman “Tangguhkan keduanya.” (HR. Ahmad)

 

Untuk keutamaan puasa sunnah hari Senin dan Kamis telah disebutkan di dalam sebuah hadis yang disampaikan Abu Hurairah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya :

Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

Puasa sunnah daud

 

Puasa daud dikerjakan dengan sehari berpuasa dan dan sehari berikutnya tidak, begitu seterusnya. Berikut adalah keutamaan –keutamaan puasa sunnah daud :

  1. Senantiasa terpelihara dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan perbuatan maksiat.
  2. Menumbuhkan akhlak mulia serta perbuatan terpuji dan budi pekerti yang luhur.
  3. Dikaruniakan pikiran yang senantiasa positif dan dijauhkan dari pikiran negatif.
  4. Diberikan kemampuan untuk beribadah secara istiqomah.
  5. Mendapatkan ketentraman jiwa.
  6. Pribadinya terlihat lebih berwibawa.
  7. Menjadi pintu datangnya rezeki yang berlimpah.
  8. Dijadikan sebagai hamba Allah yang selalu bersyukur.
  9. Dikaruniakan rumah tangga dan keluarga yang harmonis.

Puasa sunnah sya’ban

Puasa Sunnah Sya'ban
http://tulungagungmu.com

Puasa sya’ban merupakan puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassallam. Dari Sayyidatina Aisyah Radhiyallahu Anhu beliau berka

Adalah Rasulullah SAW berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau berbuka sampai kami katakan  beliau tidak tidak pernah berpuasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

Dari Usamah bin Zaid RA, dia berkata ;

Saya berkata : “Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam suatu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasamu di bulan Sya’ban,” Maka beliau bersabda : “Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada Rabbul ‘Alamin. Dan saya menyukai amal saya diangkat, sedangkan saya dalam keadaan berpuasa.” (HR. Nasa’i)

Dari beberapa hadis diatas, dapat kita ketahui betapa pentingnya menjalankan puasa sunnah di bulan Sya’ban. Berikut ini adalah beberapa amalan Nisfu Sya’ban :

  1. Mengerjakan puasa satu hari di bulan Sya’ban akan membawa keberuntungan bagi umat seperti Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka, kelak akan menjadi penghuni surga dan menjadi teman Nabi Yusuf Alaihisalam, akan mendapatkan pahala seperti yang telah dilimpahkan kepada Nabi Ayyub dan Nabi Daud.
  2. Berpuasa tiga hari sebagai permulaan, pertengahan, dan akhir bulan sya’ban akan membawa keuntungan seperti mendapatkan pahala 70 Nabi dan layaknya beribadah 70 tahun, jika ia meninggal di tahun tersebut, maka ia dimasukkan kedalam golongan orang yang mati syahid.
  3. Berpuasa pada hari Kamis pertama dan terakhir di bulan Sya’ban akan membawa keuntungan seperti akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu dan akan dimasukkan ke dalam surga kelak.
  4. Berpuasa di hari Senin terakhir akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.
  5. Dan jika berpuasa selama satu bulan penuh, di bulan Sya’ban, akan mendatangkan keuntungan seperti akan diberikan kemudahan ketika ia mati seperti terhindar dari kegelapan alam kubur, terbebas dari huru-hara malaikat munkar dan nakir, Allah akan menutup aibnya ketika tiba hari kiamat, serta ia akan dijadikan sebagai penghuni surga.

Puasa sunnah 3 hari pada pertengahan bulan

 

Puasa ini lebih dikenal sebagai puasa ayyamul bidh. Pelaksanaanya adalah 3 hari setiap pertengahan bulan, yaitu tanggal 13, 14, 15. Keutamaan puasa sunnah ini disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, An-Nasa’I, dan At-Tirmidzi, Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassallam bersabda :

Wahai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (bulan hijriah).”

Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu pernah berkata :

Kekasihku yaitu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati yaitu berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan sholat dhuha, dan mengerjakan sholat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)

Puasa di bulan-bulan haram (Asyhurul Hurum)

 

Ibadah ini merupakan puasa sunnah yang dilakukan pada bulan-bulan haram, yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rajab. Puasa ini dilakukan pada bulan-bulan tersebut karena dimaksudkan untuk melepas sesuatu yang haram (meninggalkan sesuatu perbuatan yang haram) dan mengamalkan puasa dan ibadah-ibadah lainnya pada bulan-bulan tersebut.

Dari Abi Bakrah RA bahwa Nabi SAW bersabda :

“Setahun ada dua belas bulan, empat diantaranya bulan suci. Tiga darinya berturut-turut Zulqa’dah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab.” (HR Imam Bukhari, Muslim, Abu Daud dan Ahmad)

Puasa bagi pemuda yang belum menikah

Puasa Sunnah
http://www.panjimas.com/

Puasa ini merupakan ibadah Sunnah yang dianjurkan untuk melakukannya bagi setiap pemuda yang belum menikah sebagai pengingat diri, terutama bagi pemuda yang memiliki syahwat tinggi. Puasa ini dapat dilakukan kapan saja kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa.

Pada ibadah puasa ini faedah yang akan kita dapatkan ialah menjadi perisai bagi mereka yang belum menikah dari godaan syahwat yang sangat kuat.

Rasulullah SAW bersabda :

Wahai sekalian pemuda, barangsiapa diantara kalian yang telah memiliki kemampuan untuk menikah, maka hendaklah segera menikah, karena menikah akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah shaum karena shaum akan menjadi perisai baginya.” (HR, Bukhari dan Muslim)

Mungkin cukup sekian dulu dari saya, semoga bisa bermanfaat untuk yang lainya.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: