Bacaan Sholat Mayit : Do’a Arab, Latin, Dan Tata Cara Lengkapnya.

Sholat Mayit-Cepat atau lambat ajal pasti akan menjemput. Entah kapan dan dimana tidak ada yang mengetahui. Ketika ajal sudah ditentukan  maka tidak bisa diajukan maupun diundur.

” Dan setiap jiwa tidak mengetahui apa yang akan dilakukan di esok harinya, Dan setiap jiwa tidak mengetahui dimana dia akan meninggal.” (QS. Luqman : 34)

Manusia diciptakan dari tanah dan akan kembali ke tanah, maka apa yang akan dibanggakan?. Harta materi dunia, jabatan, nasab, dsb tidak akan menemani manusia di alam akhir kelak. Hanya amalanlah yang bisa memasukkan manusia kedalam kesenangan hakiki yaitu masuk surga.

Pengertian Sholat Mayit

Merupakan salah satu hak muslim satu dengan muslim lainya  ketika meninggal dunia adalah sholat mayit. Sholat mayit dilakukan ketika ada saudara muslim yang wafat dan dikerjakan sebanyak 4 kali takbir.

” Sholatkanlah oleh kamu akan saudara-saudara dari kalangan muslimin yang meninggal dunia”. (Riwayat Ibnu Majah)

Cara dalam solat jenazah berbeda dengan solat lainya, yaitu tidak menggunakan ruku, i’tidal, duduk, dan attahiyyat. Namun cukup dengan takbir 4 kali lalu disempurnakan dengan salam.

Sebagaimana yang disebutkan dalam suatu riwayat :

وَعَنْ عَبْدِ اَلرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ: – كَانَ زَيْدُ بْنُ أَرْقَمَ يُكَبِّرُ عَلَى جَنَائِزِنَا أَرْبَعًا, وَإِنَّهُ كَبَّرَ عَلَى جَنَازَةٍ خَمْسًا, فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ: كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُكَبِّرُهَا – رَوَاهُ مُسْلِمٌ وَالْأَرْبَعَةُ

” Dari dari Abdurrohman ibnu Abi Laila berkata : Adalah Zaid Ibnu Arqom bertakbir kepada jenazah-jenazah kami sebanyak 4 kali takbir. Dan ia juga pernah bertakbir sebanyak 5 kali. Maka aku bertanya kepadanya. Lalu ia menjawab : Adalah Rosulullah Shallallahu A’laihi Wasallam pernah melakukan takbir seperti demekian. (Telah meriwatkanya Imam Muslim dan imam yang empat)

Hukum Sholat Mayit

 

Sholat Jenazah
i2.wp.com

Para Ulama’ sudah sepakat bahwa hukum sholat mayit adalah Fardhul kifayah. Dalam bahasa arab kata “fardu” berarti wajib dan “kifayah” berarti cukup.

Maksud dari fardul kifayah adalah hukum  wajib ini gugur ketika ada sebagian muslimin yang sudah melaksanakanya. Akan tetapi kalau ada seorang muslim yang meninggal  dunia dan belum ada yang mensholatinya maka hukum wajib mensholatinya masih tetap berjalan.

Dan ini merupakan salah satu hak seorang muslim dengan saudaranya yang harus dipenuhi. Sebagaimana yang sudah disabdakan oleh Rosulullah Shallallahu A’laihi Wasallam :

 

Dari Abu Hurairoh Radiyallahuanhu bahwa Rosulullah Shallallahu A’laihi Wasallam pernah bersabda : “Ada lima hak muslim (yang harus ditunaikan) kepada muslim yang lainya. Yaitu menjawab salam, dan menjenguk orang yang sakit, dan mengikuti jenazah-jenazah, dan mengijabahi (memenuhi) undangan, dan menjawab (do’a) orang yang bersih. (Muttafaqun a’laihi)

Keutamaan / Fadhilah Dari Solat Mayit

 

Sholat Jenazah
dashboard.masjidku.id

Banyak Didalam hadist yang menerangkan akan fadhilah atau keutamaan solat jenazah. Diantaranya sebagai berikut :

  1. Akan mendapatkan pahala sebesar qiroth

Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh Rodhiyallahu’anhu, dia berkata bahwa Rosulullah Shallallahu A’laihi Wasallam bersabda :

مَنْ شَهِدَ الْجَنَازَةَ حَتَّى يُصَلِّىَ عَلَيْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ ، وَمَنْ شَهِدَ حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ  . قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ  مِثْلُ الْجَبَلَيْنِ الْعَظِيمَيْنِ
“Barang siapa yang menghadiri jenazah sampai dia ikut mensholatinya maka dia mendapatkan pahala satu qiroth. Dan barang siapa yang menghadiri jenazah sampai dimakamkan maka dia mendapatkan dua qiroth. Lalu ada yang bertanya “Apa yang dimaksud dengan dua qiroth?”. Maka beliau menjawab ” Dua qiroth itu semisal dengan dua gunung yang amat besar”. (HR. Imam Bukhori no. 1325 dan HR. Imam Muslim no.945)
Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan :
“Barang siapa yang ikut solat jenazah akan tetapi tidak ikut mengiringinya (sampai pemakaman) maka dia (cuman) mendapat (pahala) satu qirot aja. Akan tetapi jika dia ikut mengiringinya maka dia mendapat (pahala) dua qiroth.  Lalu ada yang bertanya “Apa yang dimaksud dengan dua qiroth?”. Beliau pun menjawab “Ukuran paling kecil dari dua qiroth adalah semisal gunung uhud”.
(HR. Imam Muslim no. 945)

2. Mendapatkan syafa’at atau do’a

Diriwayatkan dari Malik bin Hubairoh, dia berkata bahwa Rosulullah Shallallahu A’laihi Wasallam bersabda :

 “Tidaklah seorang muslim yang meninggal lalu disholatkanya oleh tiga shof (barisan) dari kalangan orang-orang muslim melainkan do’a mereka akan diijabahi. (HR. tirmidzi no. 1028 dan Abu Daud no.3166)
Dari istri beliau Aisyah Rodiyallahu’anha , dia berkata bahwa Rosulullah Shallallahu A’laihi Wasallam bersabda :
“Tidaklah dari seorang mayat (jenazah) telah mensholatkanya sekelompak dari kalangan muslimin yang mencapai 100 orang, kemudian setiap mereka memberi syafa’at atau do’a (untuk si mayit), maka syafa’at atau do’a mereka pasti dikabulkan. (HR. Imam Muslim no. 947)
Begitu pula dari Kuraib Rodhiyallah’anhu dia berkata :
“Bahwasanya telah meninggal dunia seorang anak darinya (Ibnu Abbas) di daerah Qubaid atau di ‘Usfan. Maka berkatalah (Ibnu Abbas) : ” Wahai Kuraib!, ( bekas budak dari Ibnu Abbas) Tengoklah berapa banyak orang yang telah berkumpul (untuk mensholati jenazahnya)?”. Kuraib berkata : “Aku keluar, maka ternyata orang-orang sudah pada berkumpul dan aku pun mengabarkan pertanyaanya (Ibnu Abbas) kepada mereka. Mereka pun menjawab : “Jumlahnya ada 40 orang”.

Kuraib berkata : “Baguslah kalau begitu”. Maka berkatalah Ibnu Abbas : “Keluarkan jenazah tersebut. Karena aku pernah mendengar Rosulullah Shallallahu A’laihi Wasallam bersabda : “Tidaklah seorang muslim yang meninggal dunia lalu mensholatkan atas jenazahnya oleh 40 orang yang tidak pernah mempersekutukan Allah sedikit pun melainkan Allah akan mengijabahi syafa’at atau do’a mereka (40 orang) untuknya (jenazah). (HR. Imam Muslim no. 948)

 Hadist-hadist diatas merupakan beberapa hadist dari sekian banyak yang disabdakan oleh Rosulullah Shallallahu A’laihi Wasallam.

Sholat Jenazah
media.ihram.asia=

Sungguh besar akan fadhillah dari mensholati jenazah saudara muslimnya. Bagi yang ikut mensholati akan dapat pahala sebesar satu qiroth. Sedangkan bagi yang ikut mensholati dan ikut sampai ke pemakaman maka akan mendapat pahala dua qiroth.

Padahal dari hadist diatas satu qiroth itu sebesar gunung Uhud. Maka sungguh beruntung  bagi orang muslim yang ikut mensholati dan mengantarkan jenazah saudara muslimnya sampai ke tiang lahat.
Begitu pula semakin banyak orang yang mensholati jenazah saudaranya akan banyak do’a kebaikan yang ditujukan kepada si mayyit.

Syarat-syarat  dan Rukun Sholat Mayit

Sholat Jenazah
cdn2.tstatic.net

Suatu ibadah dikatakan sempurna dan sah apabila sudah memenuhi kriteria.

Baik dalam syarat maupun rukun sholatnya. Dan kebanyakan orang awam masih belum mengetahui mana syarat dan mana rukunya. Sehingga mereka asal-asalan aja dalam beribadah.

Syarat sholat adalah sesuatu hal yang wajib dipenuhi sebelum ibadah tersebut dilakukan.

Rukun sholat adalah Sesuatu hal yang wajib dipenuhi ketika ibadah itu berlangsung.

Antara syarat dan rukun sholat harus terpenuhi semua. Jika syarat-syarat sah sholat sudah terpenuhi tetapi ada satu rukun yang belum dilakukan maka sholatnya belum bisa dikatakan sempurna.

 

Syarat  Wajib Sholat Mayit

 

Sholat Jenazah
pendaftaranmerekdagang.com

Syarat sholat mayit sama seperti ketika malakukan sholat seperti biasa. Adapun syarat-syaratnya sebagai berikut :

  1. Beragama islam.
  2. Aqil atau baligh.
  3. Suci dari hadast kecil maupun hadast besar.
  4. Suci anggota tubuh, pakain dan tempat.
  5. Menutup aurat. (Bagi laki-laki auratnya dari pusar sampai lutut, sedangkan perempuan seluruh tubuhnya aurot kecuali wajah dan dua telapak tangan.
  6. Menghadap kiblat.
  7. Jenazah sudah dalam keadaan suci atau dimandikan dan sudah terpakaian dengan kain kafan.
  8. Jenazah berada didepan orang yang akan mensholatinya kecuali sholat ghoib.

Rukun Sholat Mayit

  1. Niat.
  2. Berdiri jika mampu.
  3. Takbir empat kali.
  4. Membaca Surat Al-Fatihah.
  5. Membaca sholawat atas baginda Nabi Muhammad Shollallahu ‘Alaihiwasallam.
  6. Membaca do’a.
  7. Salam.

Tata Cara dan Doa Sholat Mayit

 Cara melakukan sholat mayit berbeda jauh dengan sholat wajib atau sholat sunnah lainya.

Dalam gerakan sholat mayit yang ada cuman berdiri tegak aja. Sholat mayit tidak didahului dengan adzan maupun iqomat.

Begitu pula tidak ada gerakan ruku’, sujud dan duduk layaknya sholat biasa. Posisi sholat mayit berdiri semenjak takbirotul ihram sampai salam.

Adapun tata caranya sebagai berikut :

 

1. Niat Sholat Mayit

Niat merupakan suatu yang sangat terpenting dalam melakukan ibadah. Baik ibadah sunnah atau wajib harus ada niatnya.

Niat pun juga harus betul-betul karena Allah Ta’ala saja, tidak mengharap pujian dari manusia.

Para ulama’ berbeda pendapat, Apakah niat itu perlu dilafadzkan atau tidak?. Mayoritas  jumhur ulama’ berpendapat bahwa niat cukup dalam hati.  Wallahua’lam bishowab.

 

  1. Takbirotul ihram pertama

Sholat Jenazah
d1q1wt0v0mn0ze.cloudfront.net

Setelah takbir yang pertama yaitu dengan mengucap “Allahu Akbar” kemudian dilanjutkan membaca QS. Al-Fatihah.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

اَلرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ۙ غَيْرِ ٱلْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ ٱلضَّآلِّيْنَ

Bismillahirrohmaanirrohiim

Alhamdulillahi Robbil ‘Aalamiin

Arrohmaanirrohiim

Maaliki Yaumiddiin

Iyyaakana’budu Waiyyaaka Nasta’iin

Ihdinashiroothol Mustaqiim

Shirootholladziina an’amta Ala’him Ghoiril Maghdhuubi A’laihim Waladdhooolliin

Artinya :

  1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
  2. Segala puji hanya milik Allah Pemelihara semesta alam.
  3. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
  4. Yang merajai hari pembalasan.
  5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah  kami meminta tolong.
  6. Tunjukilah kepada kami jalan yang lurus.
  7. (yaitu) Jalan orang-orang yang Engkau telah berikan nikmat pada mereka: bukan (jalan) mereka yang dimurkai bukan pula (jalan) meraka yang sesat.

 

2. Takbirotul ihram kedua.

 

Setelah membaca Al-Fatihah lalu takbir kedua dan membaca sholawat atas Baginda Nabi Muhammad Shollallahu A’laihiwasallam.

sholat jenazah

 

Allahumma sholli’ala Muhammad wa a’laa aali Muhammad kamaa shollaita a’laa ibrohim wa a’laa aali ibrohim innaka hamiidun majiid. Allahumma baarik a’laa Muhammad wa a’laa aali Muhammad kamaa barokta a’laa ibrohim wa a’laa aali ibrohim innaka hamiidun majiid.

Artinya :

“Ya Allah berikanlah sholawat (kesejahteraan) kepada  Nabi Muhammad dan juga kepada keluarga Nabi Muhammad, Sebagaimana Engkau memberikan sholawat (kesejahteraan) kepada Nabi Ibrahim dan juga kepada keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Begitu pula Ya Allah limpahkanlah keberkahan Nabi Muhammad dan juga kepada keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan juga kepada keluarga Nabi  Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji dan Maha Pemula”.

3. Takbirotul ihram ketiga.

Setelah selesai membaca sholawat kemudian takbir lagi yang ketiga dan membaca do’a sebagai berikut :

 

sholat jenazah

Allahummaghfirlahu warhamhu wa a’fihi wa’fu a’nhu wa akrim nuzuulahu wa wassi’ madkhoolahu wagshilhu bil maa-i watssalji wal barodi wa naqqihi minadzzunuubi wal khothooya kamaa yunaqqosstsaubul abyadhu minaddanas wa abdilhu daaron khoirun min daarih wa ahlaan khoiron min ahlih wa zaujan khoiron min zaujih wa qihi fitnatal qobri wa a’dzaabinnaar.

 

Artinya :

“Ya Allah ampunilah dan berikan rohmat padanya dan maafkanlah dia, ampunkanlah kesalahanya, dan muliakanlah jenazahnya, dan luaskanlah tempat kuburanya. Dan mandikanlah dia dengan air,salju dan embun. Dan bersihkanlah kesalahan-kesalahanya sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya, dan kelurga yang lebih baik dari keluarganya, dan istri yang lebih baik dari istrinya. Dan selamatkanlah dari fitnah (siksa) kubur dan siksa api neraka”.

4. Takbirotul ihram keempat.

Kemudian takbir yang terakhir yaitu takbir yang keempat maka membaca do’a :

sholat jenazah

 

Allahumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa wa lahu.

Artinya :

“Ya Allah janganlah Engkau haramkan pahalanya dari kami, dan janganlah Engkau berikan fitnah pada kami setelah sepeninggalnya (wafat)”.

5. Mengucapkan salam

 

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: