batik solo

Batik Solo : Sejarah Lengkap dan Berbagai Motifnya

Batik Solo : Sejarah Lengkap dan Berbagai Motifnya-Siapa sih yang belum pernah dengar kota Solo? saya yakin temen-temen semua pasti pernah kesana. Membicarakan tentang kota Solo apa yang ada dibenak anda semua?. Ketika anda berkunjung di kota Solo akan banyak mendapati ciri khas Solo, salah satunya adalah batik Solo.

Solo sendiri merupakan sebuah kota yang tidak terlalu besar namun padat dengan penduduk dan ramai. Walaupun Solo bisa dibilang ramai namun jangan dibayangkan seperti Jakarta atau kota semisalnya. Ketika anda mendengar kata ramai maka yang ada dipikiran adalah pasti akses jalannya macet.

Hal seperti itu tidak seperti yang ada di kota Solo Jawa Tengah. Ramai di kota Solo bisa dibilang ramai-ramai lancar tanpa ada kendala.

Sebagai kota yang masih masuk dalam kepresidenan Surakarta, Solo sangat menjaga akan budaya dan adat Jawa. Bahkan sampai sekarang, Solo masih melaksanakan adat Jawa kental yang diwarisi oleh nenek moyang mereka.

The Spirit Of Java

Kota Solo mempunyai julukan yang sangat mashur di telinga para wisatawan yaitu The Spirit Of Java. Awal mula di juluki dengan The Spirit of Java karena Solo merupakan kota jiwanya jawa.

Solo jiwanya jawa bisa dikatakan bahwa kota Solo adalah representasi dari Jawa. Dalam kata “Jawa” sendiri sering kali diidentikkan dengan jawa tengah khususnya daerah wilayah Solo dan sekitarnya.

Kamu tahu nggak? Kenapa huruf “O” di logo ikon utama pada “Solo The Spirit Of java” bermotuf batik?

Jawabanya adalah karena ini sebagai mencerminkan bahwa kota Solo adalah seni dan budaya. Banyak budaya Solo yang dari jaman nenek moyang sampai sekarang masih kental.

Begitu pula dikenal dengan kota seni terutama seni yang dijunjung adalah batik solo.

Jika anda berkeliling di kota Solo, banyak ditemukan pengrajin batik Solo asli didaerah Kauman dan Laweyan.

Baca juga : Doa khatam qur’an

Sejarah Awal Mula Batik Solo

Awal mula sejarah batik Solo tidak terlepas dari pengaruh keraton. Sejarah mencatat, seni batik kota Solo bermula pada masa kerajaan Pajang di abad ke 4 yang lalu.

Seperti yang sudah mashur di kalangan para sejarah, kerajaan ini merupakan kelanjutan dari Demak. Pada waktu itu dinasti Demak memindahkan kepemerintahanya dari Demak Bintoro ke Pajang.

Pertama kali batik masuk ke kota Solo tepat di wilayah Laweyan Surakarta.

Tokoh bersejarah dalam dunia seni batik yang memasuki kota Solo bernama Kyai Ageng Henis. Beliau memperkenalkan seni batik masuk dalam kampung Laweyan yang pada saat itu masuk wilayah kerajaan Pajang.

Ki Ageng Henis adalah putra dari Ki Ageng Selo yang juga masih keturunan Brawijaya v. Beliau sendiri tinggal di Laweyan sudah semenjak tahun 1546 M.

Warga sekitar lebih sering menyebut Ki Ageng Henis dengan Ki Agen Laweyan karena jasa beliau dalam seni batik.

 Solo Kota Seni Batik

Kota the spirit of java atau Solo Keprisidenan Surakarta Selain dikenal dengan kekentalan adat jawa dan budi luhur, juga dikenal dengan ikon batik. Batik kota Solo sudah mulai terkenal di mata masyarakat hingga membuat para wiasatawan asing terpesona dengan seninya.

Banyak beragam motif dalam batik kota Solo dan mempunyai makna tersendiri, yang akan dijelaskan setelah ini. Seni batik kini lebih populer hingga luar negeri melalui lini produsen batik keris.

Maka sudah menjadi barang wajib, ketika wisatawan dalam maupun luar negeri berkunjung di kota Solo mampir dulu untuk membeli batik. Ketika anda berkunjung di Solo bisa langsung melihat proses pembuatan batik dari nol.

Mulai dari memilih kainya kemudian prose cetak dan sebagainya, semuanya dengan cara tradisional.

Ada dua tempat di wilayah Solo yang merupakan pengrajin batik sejak jaman dulu. Anda bisa mengunjunginya di kampung batik Laweyan dan Kauman.

Penduduk setempat sehari-hari menghabiskan waktunya hanya untuk mengukir seni batik. Budaya batik sudah menjadi tradisi turun menurun dari kakek nenek mereka.

 

Motif Pada Seni Batik

 

Batik dengan segala bentuknya merupakan identitas bangsa kita, Indonesia. Pada era keraton tempo dulu, kegiatan membatik merupakan mata pencaharian bagi para wanita Jawa, bahkan kegiatan membatik dilingkungan keraton surakarta sangat dikenal sebagai suatu pekerjaan yang eksklusif. Batik Solo memiliki ciri khas, baik dalam proses cap maupun tulisnya. Pewarna yang digunakan untuk membatik menggunakan bahan alam, yaitu soga. motif batik solo sidomukti dan motif batik solo sidoluruh merupakan contoh pola batik tulis Solo yang terkenal.

Motif batik memiliki makna tersendiri, lain motif lain makna. Motif  batik Solo yang diciptakan beraneka ragam, dengan harapan dapat membawa kebaikan bagi pemakainya. Motif batik solo yang dikenal antara lain yaitu, motif batik solo jenis parang, motif batik solo jenis barong, motif batik solo jenis kawung dan motif batik solo jenis sawat.

Motif batik ini dianggap sakral dan hanya dipakai oleh raja dan keluarganya.

Batik yogyakarta klasik Motif Parang

Motif Batik Solo Slobog

Slobog berarti longgar/besar. Batik solo ini biasa dipakai untuk melayat. Makna yang terkandung di dalam motif batik ini agar arwah seseorang yang meninggal tidak mendapat halangan dan dapat diterima kebaikannya.

gambar batik solo slobog
gambar batik solo slobog

Motif Batik Sidomukti

Batik solo motif sidomukti ini seringkali dikenakan oleh para mempelai pada acara pernikahan. arti kata sido memiliki arti yaitu terus menerus atau berkelanjutan dan kata mukti berarti bercukupan. Jika berdasarkan arti kata tersebut maka kata sidomukti merupakan representasi sebuah harapan kepada semua orang yang mengenakannya agar memiliki suatu kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan secara berkesinambungan selaras dengan rejeki yang cukup dan tidak pernah putus.

gambar batik sidomukti boket
gambar batik sidomukti boket

Motif Batik Truntum

Batik solo Motif truntum ini biasanya dipakai oleh orang tua pengantin. Truntum sendiri berarti menuntun, Jadi dimaksudkan agar dalam sebuah pernikahan orang tua selalu menuntun anaknya dalam mengarungi hidup baru sehingga kelak menjadi keluarga yang sakinah.

batik
batik Solo truntum mangkoro” src=”https://batik-tulis.com/wp-content/uploads/2014/12/motif-batik-Solo-truntum-mangkoro.jpg” alt=”gambar batik Solo truntum mangkoro” width=”640″ height=”348″ /> gambar batik Solo truntum mangkoro
gambar Batik Truntum Wahyu Tumurun
gambar Batik Truntum Wahyu Tumurun

Motif Batik Satrio Manah

Batik solo motif satrio manah ini biasa dipakai oleh wali pengantin pria pada saat prosesi lamaran/meminang. Makna dari motif batik ini supaya lamaran dapat diterima oleh pihak calon pengantin wanita beserta keluarganya.

gambar Batik Satrio Manah ukel
gambar Batik Satrio Manah ukel

Motif Batik Semen Rante

Dalam proses lamaran jika wali pengantin pria memakai batik solo motif Satrio Manah maka untuk pihak pengantin wanita memakai batik solo motif Semen Rante. Arti dari kata rante itu sendiri lebih menyiratkan kepada sebuah ikatan atau pertalian yang kokoh, so harapan bagi yang mengenakannya adalah jika lamaran dari mempelai pria diterima, maka pihak calon mempelai wanita mengharapkan sebuah pertalian yang kokoh dan kuat terhadap segala godaan hingga maut memisahkan.

gambar Batik solo semen rante - pethilan
gambar Batik solo semen rante – pethilan

Motif Batik Parang Kusumo

Batik solo motif parang kusumo ini biasanya dipakai oleh pengantin wanita pada saat upacara tukar cincin. Kusumo berarti bunga yang sedang mekar. Hakikatnya pengantin wanita sudah siap lahir maupun bathin  menikah.

gambar batik Solo parang kusumo
gambar batik Solo parang kusumo

Motif Batik Pamiluto

Batik solo motif pamiluto ini biasanya dikenakan oleh ibu dari pihak mempelai wanita pada saat acara tukar cincin. Motif batik ini memberi arti agar ikatan pernikahan tidak dapat dipisahkan seperti mimin lan mintuno. Pamiluto berasal dari kata pulut.

gambar batik tambal pamiluto
gambar batik tambal pamiluto

Motif Batik Ceplok Kasatriyan

Batik solo motif ceplok kasatriyan ini biasanya dipakai sebagai kain dalam upacara kirab pengantin sebelum kedua mempelai duduk di kursi pengantin.

gambar batik solo ceplok kasatrian
gambar batik solo ceplok kasatrian
gambar batik Solo ceplok kasatrian
gambar batik Solo ceplok kasatrian

Motif Batik Semen gendong

Motif batik solo semen gendong merupakan jenis kain batik tulis yang dikenakan oleh mempelai wanita dan pria setelah selesai upacara pernikahan sebagai wujud suatu harapan agar segera mendapatkan anak yang berbakti, penurut, serta soleh dan solehah (jika mempelai beragama Islam).

gambar batik Solo semen gendong
gambar batik Solo semen gendong

Motif Batik Bondhet

Salah satu jenis batik solo motif bondet ini tercipta karena kerumitan motif yang dituangkan hingga menjadi bundet. Kain batik tulis bondhet ini dikenakan oleh pengantin perempuan ketika malam pertama. Berikut ini pola bundet pada beberapa motif batik solo:

  • Batik solo sido asih, motif geometris berpola dasar bentuk-bentuk segi empat ini memiliki arti keluhuran. Saat mengenakan kain batik sido asih maka orang tersebut mengharapkan suatu kebahagiaan dalam hidup. Motif batik solo sidoasih ini berkembang setelah masa kepemimpinan SISKS PB IV di keraton Surakarta.
  • Batik solo ratu-ratih, nama motif batik ratu-ratih ini sebenarnya diambil dari kata “Ratu-Patih” yang menyiratkan arti bahwa seorang raja pada satu pemerintahan didampingi oleh seorang patih atau perdana menteri yang berusia yang masih terlalu muda menurut sudut pandang waktu tersebut. Motif batik solo ratu-ratih ini memiliki sebuah gambaran suatu kemuliaan dan sinergi antara pengguna kain batik tersebutdengan alam sekitarnya, Kain batik tulis ini mulai dibuat dan dikembangkan pada masa pemerintahan Raja SISKS PB VI pada tahun 1824.
  • Batik solo Parangkusumo, Parang merupakan motif diagonal berbentuk senjata tajam, berupa garis yang berlekuk-lekuk dari sisi bagian atas ke sisi bagian bawah kain batik, sedangkan Kusumo berarti bunga. Berdasarkan hal tersebut maka dapat kita simpulkan bahwa parang kusumo berarti seorang kesatria yang memiliki wibawa dan mencintai rakyatnya, sehingga membuat kain batik solo parangkusumo ini hanya diperuntukkan oleh orang yang memiliki darah biru atau keturunan raja atau biasa disebut oleh orang keraton sebagai darah dalem. Motif batik solo parangkusumo ini mulai dibuat dan dikembangkan oleh para pebatik pada era panembahan senopati sewaktu menjadi raja di kerajaan Mataram kuno sekitar abad ke – 16.
  • Batik solo bokor kencana, merupakan sebuah motif batik geometris yang memiliki pola dasar berbentuk lung-lungan yang bermakna harapan, keagungan, serta kewibawaan. Motif ini untuk pertama kalinya dibuat untuk dikenakan PB XI.
  • Batik solo sekar jagad, Sekar berarti bunga dan jagad adalah dunia. Paduan kata yang tercermin dari nama motif ini adalah “kumpulan bunga sedunia”. Motif sekar jagad ini merupakan perulangan geometris dengan cara ceplok (dipasangkan bersisian), yang mengandung arti keindahan dan keluhuran kehidupan di dunia. Motif batik sekar jagad ini mulai berkembang sejak abad ke-18.

Mari kita budayakan dan lestarikan batik, terutama batik solo klasik yang memiliki filosofi yang luhur. Salah satu caranya yaitu dengan membuat model baju batik wanita modernatau sejenisnya dengan menggunakan motif batik klasik ini agar lebih dikenal dan lebih tepat penggunaannya (sesuai dengan filosofi yang terkandung didalamnya). Saat ini para kawula muda kelahiran tahun 1987 keatas sudah mulai luntur menggunakan bahasa kromo alus/jawa dan tata krama adat istiadat jawa, apalagi dengan batik solo klasik ini. Mungkin dengan cara tertentu yang lain akan lebih mudah diterima oleh generasi selanjutnya. #batikindonesia


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: