√ Penjelasan Keutamaan Bulan Ramadhan Lengkap beserta Syarat dan Rukunnya

Keutamaan Bulan Romadhan-Assaalamualaikum Warohmatullah Wabarokaatuh, Bagaimana kabar sahabat-sahabat semua? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat. ..Amien2 ya robbal a’lamien.

Tak terasa waktu beputar sangat cepat, dari detik ke menit, dari menit ke jam, dari jam ke hari. Rasanya barusan kemarin kita memasuki bulan ramadhan, kini ramadhan sebentar lagi akan datang.

Kali ini saya akan menulis artikel tentang seputar keutamaan bulan ramadhan. Banyak sekali keutamaan pada bulan tersebut. Bahkan semua amalan yang ada dilakukan di bulan ramadhan akan dilipat gandakan dan menjadi berkah.

Dalam melakukan amalan kalau belum mengetahui akan fadhilah atau keutamaannya, rasanya ada yang kurang. Karena fadhillah atau keutamaan suatu amalan akan menjadi motivasi dan penyemangat untuk kita.

Pengin tahu apa sih keutamaan di bulan ramadhan, simak baik-baik ya?!

Pengertian Puasa Bulan Ramadhan

keutamaan bulan ramadhan

Dalam bahas arab kata puasa biasa disebut dengan “shoum” yang berarti menahan. Sedangkan menurut istilah fiqih shoum itu adalah merupakan menahanya segala sesuatu dari semua yang membatalkan puasa.

Entah itu makan, minum atau segala sesuatu yang membatalkan puasa dimulai dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari.

Puasa ramadhan juga termasuk dalam rukun islam yang wajib dikerjakan oleh semua yang mengaku bahwa dirinya telah beriman pada Allah. Puasa menduduki rukun iman yang ke tiga setelah sholat.

Sedangkan ramadhan juga berasal dari bahasa arab yang berasal dari kata “رمض” yang berarti panas atau menyengat.

Disebut dengan ramadhan karena memang pada waktu itu ketika datang bulan ramadhan cuaca sangat panas.

Bisa kebayangkan tidak gimana rasanya panas terik matahari di jazirah arab? Yang pasti sangat panas dan sumpek.

Walaupun ramadhan terjadi saat musim panas dan menyengat, suasana dan keadaannya tidak seperti di bulan-bulan biasa. Mungkin karena bulan tersebut bulan suci dan penuh keberkahan dari Allah Ta’ala.

Dalil Diwajibkannya Puasa Di Bulan Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan
sumber : Blogger.com

Bulan ramadhan adalah bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh ummat muslimiin diseluruh penjuru negeri. Dari anak-anak sampai para orang tua mereka sangat menanti akan kedatangan bulan suci.

Bulan ramdhan sendiri merupakan bulan hijriyah yang berurutan nomer ke sembilan. Disebut dengan bulan hijriyyah karena ini merupakan penanggalan kealender ummat muslim.

Kalender hijriyyah dimulai setelah nabi Muhammad hijroh dari kota Makkah ke kota Madinah.

Adapun dalil atas diwajibkannya puasa ramadhan tertulis dalam qur’an surat al-baqoroh ayat 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Ya ayyuha alladziina aamanuu kutiba a’laikumusshiyaamu kamaa kutiba a’lalladziina min qoblikum la’allakum tattaquun”

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan puasa atas kalian sebagaimana orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa”

Dalam ayat tersebut sangat jelas Allah Ta’ala mewajibkan kepada ummat nabi Muhammad untuk berpuasa di bulan ramadhan. Kewajiban berpuasa juga sudah menjadi syariat ummat-ummat sebelum nabi Muhammad.

Sebagai orang muslim, ketika ada peritah Allah da rosul-Nya maka tiada perkataan kecuali “sami’na wa atho’na”. Yaitu selalu tunduk dan patuh terhadap semua perintah-Nya dan tidak menerjang semua larangan-larangan-Nya.

Begitu pula disebutkan dalam kitab hadist arba’in karangan Imam An-nawawi. Yaitu hadist yang berurutan nomer ke dua, tentang pertanyaan orang asing (malaikat Jibril yang menyamar sebagai manusia).

Dihadist panjang tersebut menerangkan bahwa setiap orang yang mengaku beriman maka harus menjalankan semua 5 rukun islam. Salah satunya adalah berpuasa di bulan ramadhon.

Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan

Keutamaan Bulan Ramadhan

Rosulullah Shallallahu A’laihi wa Sallam selalu mewanti-wanti kepada ummatnya agar mengetahui suatu ilmu sebelum mengamalkan. Begitu pula dengan tema kali ini, yaitu puasa di bulan ramadhan.

Sebelum datang bulan ramadhan alangkah bagusnya kita mengetahui apa saja ketentuan dalam puasa ramadhan.

Berikut akan saya jelaskan syarat wajib dan rukun puasa yang harus diketahui bagi orang beriman.

Syarat wajib  puasa atau shaum

Syarat adalah sesuatu yang harus dipenuhi sebelum melakukan amalan. Ketika ada salah satu syarat puasa belum dipenuhi maka akan sia-sialah puasanya.

  1. Beragama islam
  2. Baligh atau mumayyiz (sudah bisa membedakan mana yang haq dan mana yang batil)
  3. Berakal sehat (orang gila tidak diwajibkan berpuasa)
  4. Mampu untuk melaksankanya
  5. Bagi kaum hawa harus suci dari haid dan nifas

Demikian syarat-syarat puasa yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum mengamalkannya.

Rukun Puasa

  1. Beragama islam
  2. Niat
  3. Meninggalkan semua yang menjadi penyebab batalnya puasa.

Keutamaan Bulan Ramadhan : Sunnah-sunnah Ketika Berpuasa

  1. Makan sahur
  2. Mengakhirkan waktu makan sahur
  3. Menyegerakan berbuka puasa
  4. Berbuka dengan diawali dengan kurma
  5. Membaca doa buka puasa
  6. Meninggalkan semua perbuatan atau kebiasaab yang buruk dan kotor.

Barokahnya Makan Sahur

Walau pun makan sahur bukan salah satu dari syarat dan rukun berpuasa, namun ini sangat penting kita perhatikan.

Makan sahur memang bukan kewajiban tetapi kalau kita melakukanya maka mendapatkan barokah. Barokah sendiri tidak bisa dinilai dari seberapa banyak kita makan atau kandungan apa saja dalam makanan tersebut.

Namun yang namanya barokah itu adalah kenikmatan tersendiri yang datang dari Allah Ta’ala. Mungkin bisa jadi, karena kita sahur maka semua aktifitas di pagi hingga sore hari berjalan tanpa ada rasa capek. Seperti ini juga bisa disebut dengan barokah dari Allah atas amalan yang kita kerjakan.

Masalah tentang makan sahur Nabi Muhammad pernah menjelaskan dalam kitab Bulughul Maram yaitu :

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

Dari Anas bin Maalik Radhiyallahu anhu beliau berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Bersahurlah oleh kalian karena dalam sahur ada keberkahan.”

Hadist ini telah meriwayatknya Imam Bukhori dan Imam Muslim dalam shahihnya.

Menyegerakan Dalam Berbuka Puasa

Termasuk dalam sunnah berpuasa adalah ketika sudah datang waktu adzan sholat magrib maka batalkanlah puasa tersebut dengan berbuka.

Menyegerakan dalam berbuka puasa merupakan sunnah Nabi Shallallahu A’laihi wa Sallam.

Membatalkan puasa saat datang waktu magrib bukan berarti harus makan makanan pokok.

Namun menyegerakan berbuka ini cuman sebagai syarat saja. Yaitu dengan makan kurma terlebih dahulu kemudian baru sholat magrib.

Seperti yang pernah disabdakan oleh Rosulullah Shallallah A’laihi wa Sallam dalam kitab fiqih Bulughul Maram.

وَعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Sahl bin Sa’ad Rhodiyallahu A’nhu, bahwasanya Rosulullah Shallallah A’laihi wa Sallam bersabda : “Senantiasa manusia dalam keadaan kebaikan selama mereka menyegerakan dalam berbuka puasa”. Muttafaqun A’laihi

وَلِلتِّرْمِذِيِّ مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَحَبُّ عِبَادِي إلَيَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرًا

Dan dalam riwayat Imam Tirmidzi disebutkan dari hadist Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu A’laihi wa Sallam, beliau bersabda, Alllah Azza wa Jalla berkalam : “Paling tersukainya hamba-Ku dihadapan-Ku adalah mereka yang selalu dalam menyegerakan dalam berbuka puasa”.

Berbuka Puasa Dengan Kurma

Keutamaaan Bulan Ramadhan

Keutamaan bulan ramadhan : Merupakan salah satu sunnah dalam berbuka puasa adalah mendahulukan makan kurma terlebih dahulu.

Banyak dikalangan kita yang masih belum tahu akan sunnah tersebut. Maka dari itu, mari kita hidupkan lagi sunnah-sunnah nabi Shallallahu A’laihi wa Sallam ini.

Dengan berbuka dengan kurma maka akan dapat banyak kebarokahan turun dari Allah Ta’ala.

Penemuan sekarang menyebutkan bahwa didalam buah kurma banyak mengandung gizi yang bisa mengembalikan tenaga kita setelah seharian tidak makan minum.

Subhaanallah ratusan tahun nabi bersabda dan baru ada penilitian kalau kurma banyak mengandung manfaat untuk tubuh.

Maka tidak ada perintah atau larangan dari Allah Ta’ala melainkan semua pasti ada kebaikanya masing-masing.

Sebagai orang beriman yang taat tidak ada kata-kata lain kecuali hanya mendengarkan dan mentaati.

Jika di rumah tidak ditemukan buah kurma untuk berbuka maka kita mendahulukanya dengan air putih.

Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh Rosulullah Shallallahu A’laihi wa Sallam :

“Idza aftoro ahadukum falyuftir a’la tamrin fainnahu barokatun, fa in lam yajid tamron fal maa-u fainnahu thohuurun”

Artinya :

“Jika salah satu dari kalian berbuka puasa maka hendaklah berbuka dengan kurma, karena kurma itu banyak barokahnya, dan jika tidak mendapati kurma maka berbukalah dengan air karena air itu suci”

Keutamaaan Bulan Ramadhan : Bulan diturunkanya Al-qur’an

Bulan suci yang ke sembilan dari tanggalan hijriyyah ini merupakan bulan yang penuh keutamaan.

Allah Ta’ala melebihkan bulan ramadhan dari pada bulan-bulan lainya. Bulan ramadhan merupakan bulan diturunkanya pertama kali kitab suci al-qur’an kepada nabi Muhammad.

Hal ini disebutkan dalam qur’an surat Al-Baqoroh ayat 185.

Pada ayat tersebut menjelasakan bahwa al-qur’an diturunkan pada bulan ramadhan dan berisi pedoman hidup.

Sebagai petunjuk untuk manusia, dan penjelasan-penjelasan tentang semua yang ada di kehidupan manusia.

Keutamaan Bulan Ramadhan : Amal Sholeh Berlipat Ganda

Banyak disebutkan dalam hadist-hadist nabi bahwa keutamaan bulan ramadhan adalah dilipatkan gandakan semua amalan. Maka ini lah yang ditunggu-tungu oleh ummat muslimiin sebagai ajang berlomba-lomba dalam beramal.

Pintu peluang untuk berbuat amal sholeh sangat terbuka lebar sehingga ummat muslimin merasa pada bulan tersebut turun keberkahan dari Allah.

Amal sholeh yang dilakukan pada bulan ramadhan tidak dibatasi hanya dengan shodaqoh saja. Namun, dengan berdzikir, memperbanyak doa, membaca al-qur’an, sholat tahajud di malam hari dan swebagainya.

Keutamaan Bulan Ramadhan : Datangnya Malam Seribu Bulan

Nah, ini yang paling ditunggu-tunggu dan merupakan paling inti di bulan ramadhan.

Malam lailatul qodar atau malam seribu bulan yang hanya diperoleh pada 10 terakhir bulan ramadhan.

Pada malam tersebut para malaikat dan malaikat Jibril akan turun dimuka bumi untuk membawa kebarokahan dan kemulian. Sehingga barang siapa yang bisa memperoleh malam lailatul qodar maka seperti beramal selama seribu bulan bahkan lebih.

Dihapuskanya Dosa Yang Sudah Lampau dan Yang Akan Mendatang

Keutamaaan Bulan Ramadhan
Keutamaaan Bulan Ramadhan

Keutamaan bulan ramadhan selanjutnya adalah dihapuskanya dosa satu tahun yang lampau dan akan mendatang.

Tapi perlu diketahui dosa yang dimaksud dsini adalah dosa-dosa kecil saja.

Rosulullah Shallallahu A’laihi wa Sallam bersabda :

“Man shooma romadhoona iimanan wahtisaaban gufiro lahu dzanbuhu ma taqoddama wa ta akhhoro”

Artinya : “Barang siapa yang berpuasa di bulan romadhon dengan keimanan dan berharap (pahala) maka dihapuslah dosa (kecil) yang telah lewat dan yang akan datang”

Penutup

Demikian keutamaan bulan ramadhan yang bisa saya tulis, mohon maaf jika ada salah kata maupun tulisan. Pesen saya, romadhan sebentar lagi datang, mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan.

Wallahu a’lam bishoowab

Wassalamu A’laikum Warohmatullah Wabarokaatuh

 

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: